Antartiang PJU Berjarak 30 – 35 M

Kebut Pemasangan sebelum 17 Agustus. SURABAYA, Jawa Pos – Proyek pengerjaan box culvert saluran diversi Gunungsari sisi barat di kawasan Manukan, Banjar Sugihan, Kandangan, hingga Sememi terus berlanjut. Kemarin belasan lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Jalan Raya Kandangan terpasang. Pemasangan PJU dimulai sejak Kamis (13/8). Koordinator pemasangan PJU Ali Mustofa menyampaikan, pemasangan lampu sempat berhenti tiga bulan. Hal itu disebabkan adanya pandemi. “Ini baru dua hari berjalan lagi,” katanya saat ditemui kemarin. Pria kelahiran Kertosono itu menyebutkan, selama dua hari, ada 16 tiang lampu PJU yang terpasang di fondasi box culvert. Di setiap tiang terdapat dua lampu. Artinya, ada 32 lampu yang sudah terpasang. “PJU di pertigaan arah Bringin sampai setelah Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB, Red) di targetkan beres dipasang pekan ini,” tambahnya. Pemasangan PJU mengerahkan lima petuga dengan menggunakan tiang dua kaki A. Ali mengungkapkan, pemasangan lampu dikebut sebelum Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan box culvert pada 17 Agustus mendatang. Antar PJU berjarak 30-35 meter. Tak boleh kurang dari angka tersebut. Semua PJU menggunakan lampu LED yang hemat energi. Pantauan Jawa Pos, selain pemasangan PJU, para pekerja juga fokus menyelesaikan area penghijauan. Terutama di jalur PJU. (sam/c6/nor) Sumber: METROPOLIS MODERN WEST – JAWA...

Emiten Properti Bidik Pembeli Gudang dari UMKM dan Startup

PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk membidik perusahaan skala kecil-menengah dan perusahaan rintisan (startup) untuk membeli atau menyewa gudang di kawasan pergudangan perseroan di Surabaya, Jawa Timur. Bumi Benowo sedang menyelesaikan pembangunan kawasan pergudangan tahap 1 yang rencananya membangun gudang sebanyak 60 unit dan rumah toko (ruko) 13 unit. “Di dalam salah satu gudang ini ada rencana sebagai tempat gudang untuk perakitan kendaraan listrik dan cold storage dalam waktu dekat ini,” ujar Felix Soesanto, Direktur Utama Bumi Benowo saat dihubungi SWA Online di Jakarta, Kamis (9/7/2020). Emiten properti yang sahamnya berkode BBSS ini merancang luas lahan gudang yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. Luas lahan gudang BSSS ada yang seluas 300 m2, 600 m2, dan 900 m2. Luas lahan dirancang seperti demikian untuk memenuhi kebutuhan perusahaan rintisan atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Yang membedakan gudang konvesional dengan milik kami adalah desain gudang, permintaan datang dari perusahaan UMKM dan pengusaha dari generasi milenial yang membutuhkan gudang yang luasnya relatif kecil, seluruh gudang BBSS itu luasnya di bawah di bawah 1.000 m2,” tutur Felix. Ia mencermati luas gudang yang minimalis itu diminati para pengusaha karena bisa memangkas biaya logistik dibandingkan menyewa atau memiliki gudang yang luasnya lebih besar dari luas gudang BBSS itu. “Gudang terlalu besar itu membutuhkan dana lebih banyak dibandingkan gudang berluas kecil, efektifitas supply chain logistk karena saat ini tidak zamannya lagi perusahaan menyediakan stock persediaan yang banyak, tetapi lebih mengutamakan perputaran barang yang cepat, artinya turn over lebih tinggi maka lebih bagus karena tidak membutuhkan gudang yang luas sehingga dana mengalir terus,” dia menjabarkan. Penyewa atau pembeli gudang diberikan opsi kustomisasi luas lahan yang disesuaikan kebutuhan....

Lima Lapisan untuk Akses Baru GBT-JLLB

PERKUAT KONTUR : Pengurukan dengan menggunakan limestone yang menjadi lapisan pertama jalan flexible pavement GBT sudah tergarap 1 kilometer                                 Surabaya, Jawa Pos – Proyek pembangunan akses flexible pavement dari jalan lingkar luar barat (JLLB) ke Gelora Bung Tomo (GBT) terus berlanjut. Hingga kemarin (18/6), Jalan baru itu sudah teruruk lapisan batu kapur atau limestone kurang lebih 1 kilometer. Dari total pengerjaan 1.375 meter, pengurukannya tinggal 375 meter. Ketua Pelaksana proyek PT Putra Negara Ibu Habib menyampaikan bahwa batu kapur digunakan sebagai fondasi untuk memperkuat kontur jalan. Sebab lahan yang tengah dibangun itu merupakan bekas area tambak. “Betul-betul bikin jalan baru. Tentu perlu pengerasan,“ katanya. Setelah pengurukan batu kapur rampung, pihaknya menambahkan empat lapisan lain. Yakni, unstamping, sirtu, subdrain, dan aspal. Pada lapisan terakhir, pengendara sudah bisa melintasinya. Habib menyatakan, pada minggu lalu, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini sempat berkunjung dan melihat perkembangan proyek di sana. Risma meminta percepatan agar jalan bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Belum lagi, Stadion GBT di gadang menjadi venue Piala Dunia U-20 pada 2021. “Harus dikebut.” Terangnya. Untuk mempercepat pembangunan, dia telah menyiapkan empat ekskavator beserta tambahan satu ekskavator dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya. Dia berharap semua alat tersebut beroperasi lencar dan optimal. Habib menyatakan, ada permintaan lain dari Risma. Yakni, menyiapkan lahan taman. Lokasinya berada di dekat sanitary landfill, tempat pembuangan akhir (TPA). “Kami bantu garap. Mau ditanami apa, itu nanti pemkot, “ jelasnya. Jika nanti terealisasi, taman itu membantu area buffer zone. Bau sampah akan terserap beserta dampak polutannya. Rencana lebar jalan baru sekitar 15 meter. Jika ditambah dengan lebar bahu jalan sisi kanan dan kiri, total mencapai 25...

Sambungan Tahap II Tunggu Proses Lelang

PROYEK BESAR : Flyer Teluk Lamong direncanakan terhubung dengan JLLB. Namun, sambungan itu masuk pengerjaan tahap kedua. Surabaya, Jawa Pos – Proyek Jalan lingkar luar Barat (JLLB) nanti tak hanya mengarah ke Gelora Bung Tomo (GBT). JLLB juga di rencanankan terhubung dengan flyover Teluk Lamong. Titiknya akan terhubung dalam satu interchange dengan akses GBT dan tol Romokalisari. Proyek yang digagas Pelindo III tersebut merupakan upaya untuk mengurai kepadatan di jalan yang sudah ada. “Kita lihat banyak gudang dan depo di jalan Raya Sememi. Nah, untuk ke Terminal Teluk Lamong, perlu ke Osowilangun dulu,” kata M. Harry Dharmawan, koordinato proyek flyover Teluk Lamong. Diharapkan, keberadaan flyover Teluk Lamong membuat Truk-truk itu tak perlu lagi memutar agak jauh lewat rute lama. Proyek nasional dengan anggaran 1,5 trilliun itu juga diharapkan mempermudah akses ke Terminal Tambak Osowilangun  (TOW). Berkat kemudahan akses, bus pantura bisa kembali ke TOW. Mengingat, jarak antara TOW dan Teluk Lamong sangat dekat. “Ya, kami harap bukan Cuma Surabaya yang merasakan, tapi juga lalu lintas Jawa Timur. Apalagi, kami tidak memungut biaya,” paparnya. Saat ini pengerjaan tahap pertama berlangsung. Progresnya sudah mencapai 88 persen. Jalan sepanjang 1,95 km tersebut ditargetkan selesai pada Agustus nanti. Harry Adhi Dharma, pelaksana utama proyek flyover Teluk Lamong, menjelaskan bahwa saat ini section I dan IV sudah mulai diaspal. Kedua ruas jalan di section IV telah diaspal sepanjang 450 meter. Di section I, pengaspalan juga sudah mencapai 150 meter untuk kedua ruas jalan. Girder pad titik di atas tol Surabaya-Gresik sudah terpasang total. “Itu sambungan section III dan IV. Selanjutnya, kami pasang deck slab,” ujarnya. Timnya juga bakal melengkapi section II, III, dan IV dengan PJU....

Pengerjaan Flyover Teluk Lamong di Atas Tol Surabaya-Gresik Masuk Tahap Pemasangan 20 Line Girder

Surabaya, Jawa Pos –  Saat ini pengerjaan flyover Teluk Lamong sedang memasuki tahap yang cukup krusial. Yaitu, pemasangan line girder tepat di atas tol Surabaya-Gresik yang berlangsung sejak Selasa (23/4). Pengerjaan flyover memang terus di kebut, Target rampung 2020 optimis bisa di capai. Pelaksana utama proyek flyover Teluk Lamong Harry Adhi Dharma mengatakan, sudah ada dua line girder yang terpasang hingga berita ini di turunkan. Pemasangan itu cukup rumit lantaran pihaknya harus bekerja sama dengan pengelola tol untuk melakukan sistem buka tutup. “Maka, kami memang mengimbau hindari dulu jalan tol dan beralih ke akses alternatif Jalan Osowilangun dan Margomulyo, “ucap Harry. Pengerjaan sebenarnya dilakukan dalam rentang waktu pukul 22.00-05.00. Karena itu, potensi kepadatan dapa dihindari. “Sebenarnya, proses buka tutup hanya 10 menit “, jelasnya. Pihak kontraktor menargetkan penempatan satu line girder setiap malam. Jadi, pengendara tak akan banyak terganggu. Harry mengatakan, mereka harus memasang total 20 line girder untuk tiga bentang antar pilar/pier. “Jadi, yang tepat di atas tol itu perlu 8 line girder karena panjang bentangnya mencapai 61,8 meter.” Sambungnya. Jumlah tersebut akan menopang jalur dua arah. Di sisi kanan dan kiri, masing-masing memerlukan 6 line girder untuk bentang sepanjang 46 meter. Titik pengerjaan itu merupakan sambungan antara section 3 dan section4. Jika seluruh line girder sudah terpasang, proses berlanjut pada pengerjaan deck slab. Kemudian, pemasangan parapet hingga instalasi PJU. Saat ini pihaknya sudah merampungkan pengerjaan di section 1. “PJU dan sistem pendukung lainnya sudah terpasang. Tinggal pengaspalan kalau semua sudah jadi.” Jelas pria berkacamata tersebut. Paralel dengan pengerjaan sambungan section 3 dan 4, pemasangan PJU dan sistem pendukung juga berlangsung di section 2 dan 3, pemasangan PJU sudah...