Sambungan Tahap II Tunggu Proses Lelang

Sambungan Tahap II Tunggu Proses Lelang

PROYEK BESAR : Flyer Teluk Lamong direncanakan terhubung dengan JLLB. Namun, sambungan itu masuk pengerjaan tahap kedua.

Surabaya, Jawa Pos – Proyek Jalan lingkar luar Barat (JLLB) nanti tak hanya mengarah ke Gelora Bung Tomo (GBT). JLLB juga di rencanankan terhubung dengan flyover Teluk Lamong. Titiknya akan terhubung dalam satu interchange dengan akses GBT dan tol Romokalisari.

Proyek yang digagas Pelindo III tersebut merupakan upaya untuk mengurai kepadatan di jalan yang sudah ada. “Kita lihat banyak gudang dan depo di jalan Raya Sememi. Nah, untuk ke Terminal Teluk Lamong, perlu ke Osowilangun dulu,” kata M. Harry Dharmawan, koordinato proyek flyover Teluk Lamong. Diharapkan, keberadaan flyover Teluk Lamong membuat Truk-truk itu tak perlu lagi memutar agak jauh lewat rute lama.

Proyek nasional dengan anggaran 1,5 trilliun itu juga diharapkan mempermudah akses ke Terminal Tambak Osowilangun  (TOW). Berkat kemudahan akses, bus pantura bisa kembali ke TOW. Mengingat, jarak antara TOW dan Teluk Lamong sangat dekat. “Ya, kami harap bukan Cuma Surabaya yang merasakan, tapi juga lalu lintas Jawa Timur. Apalagi, kami tidak memungut biaya,” paparnya.

Saat ini pengerjaan tahap pertama berlangsung. Progresnya sudah mencapai 88 persen. Jalan sepanjang 1,95 km tersebut ditargetkan selesai pada Agustus nanti.

Harry Adhi Dharma, pelaksana utama proyek flyover Teluk Lamong, menjelaskan bahwa saat ini section I dan IV sudah mulai diaspal. Kedua ruas jalan di section IV telah diaspal sepanjang 450 meter. Di section I, pengaspalan juga sudah mencapai 150 meter untuk kedua ruas jalan.

Girder pad titik di atas tol Surabaya-Gresik sudah terpasang total. “Itu sambungan section III dan IV. Selanjutnya, kami pasang deck slab,” ujarnya. Timnya juga bakal melengkapi section II, III, dan IV dengan PJU.

Pengerjaan tahap kedua menyisakan jalan sepanjang 450 meter. Prosesnya masih memasuki tahap lelang dan pengadaan pelaksana.

Harry Dharmawan menyatakan, manajemen Pelindo III juga sedang mengevaluasi. “Yang pasti, kami jalan terus. Tidak ada hambatan meski terjadi pandemi,” jelasnya.

Diharapkan, pengerjaan tahap kedua bisa dilakukan. Di ujung flyover sepanjang 2,4 km itulah, terhubung interchange empat arah dengan JLLB, akses GBT, dan Tol Romokalisari. (dya/c14/nor)


Sumber: Metropolis Modern West (Jawa Pos)