Tersisa Enam Orang Yang Belum Menerima Pembayaran SURABAYA, Jawa Pos – Satu per satu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama kantor pertanahan (kantah) I menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) pembangunan proyek jalan lingkar luar barat (JLLB). Sejak bulan lalu, puluhan bidang tanah milik warga yang terimbas pekerjaan strategis itu mulai mendapatkan kucuran rupiah. JLLB akan dibangun dengan melintasi kawasan RW 9, Sememi, Kecamatan Benowo, hingga Lakarsantri. Kasi Pengadaan Tanah Kantah I Musleh mengatakan, pihaknya berusaha menyelesaikan pengukuran hingga pembayaran terhadap bidang tanah yang dilewati JLLB. Ada 99 bidang tanah yang telah di-appraisal oleh kantah I. ’’Kami terus rampungkan secepatnya,” ujarnya. Pada Selasa (6/10), lanjut Musleh, kantah I telah membayar 50 bidang tanah. Puluhan tanah itu dimiliki 48 orang. Sebelum pembayaran pada tanggal tersebut, kantah I telah membayar 41 bidang tanah. Secara terpisah, Ketua RW 9 Sememi Hambali menyatakan bahwa ada 86 bidang tanah yang telah di-appraisal oleh kantah I untuk kepentingan JLLB. Dia menyebutkan, masyarakat yang terimbas cukup kooperatif. ’’Dokumendokumen diminta dikumpulkan, ya dikumpulkan,” tuturnya. Hambali menambahkan, di antara 86 pemilik bidang tanah tersebut, 32 nama pemilik telah menerima pembayaran dari pemkot pada gelombang pertama. Yakni, pada 4 September lalu. Jadi, jika ditotal, 80 pemilik bidang tanah telah mendapatkan pembayaran ganti rugi dari pemkot. Tersisa enam pemilik bidang tanah yang belum dibayar....
JawaPos.com – Pengurukan tanah sudah terlihat di area pembangunan modifikasi simpang susun tol Romokalisari. Pile test atau uji coba tiang pancang juga dilakukan, Minggu (11/10). Tiang pancang sepanjang 42 meter ditancapkan ke dalam tanah. ’’Kami pastikan dulu apakah sesuai perhitungan awal,’’ ucap pimpinan proyek modifikasi simpang susun Romokalisari Christian Halim. Pengerjaan dilakukan dengan metode pile slab dan jembatan, menyesuaikan dengan keadaan tanah. Pengerjaan dimulai bulan ini dan ditargetkan beroperasi pada 10 bulan mendatang. ’’Akhir Juli 2021 sudah bisa digunakan. Jadi, bisa mendukung Piala Dunia U-20 pada September 2021 nanti,’’ papar Halim. Jalan yang dikerjakan PT Margabumi Matraraya tersebut sepanjang 1,6 kilometer. Lebar total bahu jalan dan jalur lalu lintas mencapai 13,5 meter. Sepanjang 1,1 kilometer akan terhubung dengan jalur tol Surabaya-Gresik yang sudah ada, kemudian membentuk interchange baru dan mengarah ke selatan. Ruas tersebut didesain dengan dua jalur, masing-masing dua lajur. Pihaknya juga akan menambah lebar ramp menjelang simpang susun. Baik dari maupun menuju arah Tandes dan Kebomas, Gresik. Hal tersebut dilakukan agar pengendara lebih aman saat menemui persimpangan. ’’Setelah itu, ada gate tol, nantinya dinamai tol Romokalisari 2,’’ jelas Halim. Sementara itu, pintu tol Romokalisari yang sudah ada saat ini dinamai pintu tol Romokalisari 1. Jalur tersebut akan dikelola sendiri oleh PT Margabumi Matraraya. Sisa 509 meter akan menghubungkan gerbang tol Romokalisari 2 menuju cross section dari empat arah. Di antaranya, dengan akses GBT, JLLB, dan flyover Teluk Lamong. Sumber :...
SURABAYA (Suarapunliknews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya menghadiri acara Ground Breaking Proyek Modifikasi Simpang Susun Romokalisari Jalan Tol Surabaya – Gresik, Jumat (9/10/2020). Akses jalan baru tersebut, memiliki panjang kurang lebih sekitar 1,6 kilometer dari Simpang Susun Romokalisari menuju Gelora Bung Tomo. Acara yang digelar di lokasi proyek itu, dihadiri oleh Direktur Jendral (Dirjen) Bina Marga Dr. Ir Hedy Raharian, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), prof, DR. Tech. Ir Danang Parikesit dan Direktur Utama PT Margabumi Matraraya, Yenny Shintawati. Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menjelaskan, sebenarnya rencana awal Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang akan membangun jalan itu. Namun karena ada pandemi Covid-19, maka Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya membantu membangun akses jalan baru. Menurut dia, jalan baru ini nantinya tidak hanya percepatan menuju GBT saja. “Melainkan jalan percepatan menuju Surabaya – Gresik, Surabaya – Mojokerto juga. Waktu itu saya menghadap Bapak Presiden Jokowi untuk dibantu, alhamdhulillah,” kata Wali Kota Risma di sela sambutannya. Karenanya, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama Kementerian PUPR, BPJT dan PT Margabumi Matraraya. Bagi Wali Kota Risma, saat ini yang paling penting adalah proses percepatan sehingga pada saat Piala Dunia mendatang, jalan tersebut sudah dapat beroperasi. “Saya terima kasih sekali bapak ibu, matur nuwun. Nantinya,” ungkap dia. Di kesempatan yang sama, Presiden UCLG ASPAC ini memaparkan, bahwa tahun 2021 Kota Surabaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Oleh sebab itu, Wali Kota Risma mempercepat pengerjaan berbagai persiapan Piala Dunia termasuk akses jalannya. “Kemarin saat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali datang mengatakan stadion yang paling siap adalah di...
SURABAYA, Jawa Pos – Sedikit demi sedikit, area trotoar box culvert Kandangan– Sememi tertutup keramik. Kemarin satuan pelaksana lapangan (satpel) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya mengebut pemasangan keramik sisi timur pertigaan Jalan Raya Bringin–Benowo. Maman, mandor proyek pemasangan keramik trotoar, menyatakan bahwa pemasangan keramik sisi timur akan berakhir di kawasan Jembatan Kandangan. Panjangnya sekitar 600 meter. ”Kami mengeramik trotoar sisi timur ini sejak Jumat pekan lalu (14/8, Red),” ujarnya kemarin. Ada tiga warna keramik yang digunakan pada trotoar dengan lebar 2–2,3 meter itu. Di antaranya, peach, hitam, dan kuning. Menurut Maman, warnanya ditentukan DPUBMP. Ukuran keramiknya, lanjut dia, 30 x 30 cm. ”Sebetulnya, ukuran aslinya 60 x 60 cm, lalu dipotong menjadi empat,” terangnya. Maman mengungkapkan, seluruh trotoar sisi barat telah dikeramik. Panjang trotoar sisi barat, dari pertigaan Jalan Bringin hingga pertigaan Kendung Sememi yang berkeramik, sekitar 1,7 km. Di lain sisi, pemasangan box culvert di sisi tengah terus dikebut. Edi Purnomo selaku konsultan manajemen konstruksi (MK) menyatakan, trotoar sisi barat telah dirampungkan. Kini tim proyek masih memiliki PR pemasangan di sisi tengah yang tidak jauh dari Jembatan Kandangan. Sementara itu, lanjut Edi, panjang sisi tengah yang sudah terpasang box culvert 250 meter. Mulai Jembatan Kandangan hingga depan Masjid Jami’ Al Amin Banjar Sugihan. ”Tim juga masih mengebut pengerjaan bagian jembatan,” ujarnya. Proyek box culvert dimulai dari Jalan Raya Manukan Kulon hingga Kendung, Sememi. Jaraknya sekitar 4,3 kilometer. Namun, hingga kemarin, belum seluruh area tertutup box culvert. Di sisi timur, pemasangan box culvert di depan pintu masuk Grand Pakuwon. (sam/c12/ady) Sumber: METROPOLIS MODERN WEST – JAWA...
Kebut Pemasangan sebelum 17 Agustus. SURABAYA, Jawa Pos – Proyek pengerjaan box culvert saluran diversi Gunungsari sisi barat di kawasan Manukan, Banjar Sugihan, Kandangan, hingga Sememi terus berlanjut. Kemarin belasan lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Jalan Raya Kandangan terpasang. Pemasangan PJU dimulai sejak Kamis (13/8). Koordinator pemasangan PJU Ali Mustofa menyampaikan, pemasangan lampu sempat berhenti tiga bulan. Hal itu disebabkan adanya pandemi. “Ini baru dua hari berjalan lagi,” katanya saat ditemui kemarin. Pria kelahiran Kertosono itu menyebutkan, selama dua hari, ada 16 tiang lampu PJU yang terpasang di fondasi box culvert. Di setiap tiang terdapat dua lampu. Artinya, ada 32 lampu yang sudah terpasang. “PJU di pertigaan arah Bringin sampai setelah Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB, Red) di targetkan beres dipasang pekan ini,” tambahnya. Pemasangan PJU mengerahkan lima petuga dengan menggunakan tiang dua kaki A. Ali mengungkapkan, pemasangan lampu dikebut sebelum Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan box culvert pada 17 Agustus mendatang. Antar PJU berjarak 30-35 meter. Tak boleh kurang dari angka tersebut. Semua PJU menggunakan lampu LED yang hemat energi. Pantauan Jawa Pos, selain pemasangan PJU, para pekerja juga fokus menyelesaikan area penghijauan. Terutama di jalur PJU. (sam/c6/nor) Sumber: METROPOLIS MODERN WEST – JAWA...
PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk membidik perusahaan skala kecil-menengah dan perusahaan rintisan (startup) untuk membeli atau menyewa gudang di kawasan pergudangan perseroan di Surabaya, Jawa Timur. Bumi Benowo sedang menyelesaikan pembangunan kawasan pergudangan tahap 1 yang rencananya membangun gudang sebanyak 60 unit dan rumah toko (ruko) 13 unit. “Di dalam salah satu gudang ini ada rencana sebagai tempat gudang untuk perakitan kendaraan listrik dan cold storage dalam waktu dekat ini,” ujar Felix Soesanto, Direktur Utama Bumi Benowo saat dihubungi SWA Online di Jakarta, Kamis (9/7/2020). Emiten properti yang sahamnya berkode BBSS ini merancang luas lahan gudang yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. Luas lahan gudang BSSS ada yang seluas 300 m2, 600 m2, dan 900 m2. Luas lahan dirancang seperti demikian untuk memenuhi kebutuhan perusahaan rintisan atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Yang membedakan gudang konvesional dengan milik kami adalah desain gudang, permintaan datang dari perusahaan UMKM dan pengusaha dari generasi milenial yang membutuhkan gudang yang luasnya relatif kecil, seluruh gudang BBSS itu luasnya di bawah di bawah 1.000 m2,” tutur Felix. Ia mencermati luas gudang yang minimalis itu diminati para pengusaha karena bisa memangkas biaya logistik dibandingkan menyewa atau memiliki gudang yang luasnya lebih besar dari luas gudang BBSS itu. “Gudang terlalu besar itu membutuhkan dana lebih banyak dibandingkan gudang berluas kecil, efektifitas supply chain logistk karena saat ini tidak zamannya lagi perusahaan menyediakan stock persediaan yang banyak, tetapi lebih mengutamakan perputaran barang yang cepat, artinya turn over lebih tinggi maka lebih bagus karena tidak membutuhkan gudang yang luas sehingga dana mengalir terus,” dia menjabarkan. Penyewa atau pembeli gudang diberikan opsi kustomisasi luas lahan yang disesuaikan kebutuhan....